Berita

Kunjungan dan Pengenalan SIM RS Islam Lumajang Dengan RS Muhammadyah Lumajang

Assalamu’alaikum  Warrohmatullahi Wabarokatuh

Puji syukur atas karunia Allah SWT, karena telah memberikan anugerah dan prestasi yang luar biasa untuk karyawan Rumah Sakit Islam Lumajang.

Bentuk penghargaan yang di miliki oleh Rumah Sakit Islam Lumajang adalah pendidikan dan pemberian ilmu yang diberikan dan dimanfaatkan untuk sharing ilmu dan pengetahuan dengan sesama mitra rumah sakit. Salah satunya adalah pengenalan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit yang digunakan Rumah Sakit Islam Lumajang dan dapat digunakan secara gratis oleh Rumah Sakit, klinik ataupun praktek mandiri dokter. Salah satunya pengenalan dengan Rumah Sakit Muhammadyah Lumajang tentang Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit yang diselenggarakan di Ruang Pertemuan Rumah Sakit Islam Lumajang pada hari Senin tanggal 27 Mei 2019.

Bentuk sistem informasi dalam pelayanan kesehatan di Lingkungan Rumah Sakit Islam Lumajang  atau yang lebih dikenal dengan sebutan SIMRS KHANZA yang di developer oleh Bapak Widiarto Nugroho, S. Kom di bawah naungan Yayasan SIMRS Khanza Indonesia ( YASKI )  diwujudkan dalam bentuk sistem pendataan dan pencatatan dokumen medis berbasis aplikasi desktop, website, android, dan dapat berjalan di semua platform linux, windows dan macOS. Pendataan dan pencatatan mulai dari awal pasien masuk dan sampai dengan pulang baik itu pasien rawat inap maupun pasien rawat jalan tidak hanya di catat data sistem informasi manajemen rumah sakit dapat di olah menjadi sebuah informasi untuk mendukung manajemen  dan para pemberi asuhan (PPA) dalam mengambil keputusan sesuai kompleksitas rumah sakit.

 

Kunjungan Rumah Sakit Muhammadyah Lumajang ini di terima dengan hangat yang di pimpin oleh Dian Ayu Megawati S, Psi selaku Kepala Bidang Penunjang Non Medis (Jangnonmed),  M. Burhanuddin Yusuf Furqon, Amd. Kom selaku Kepala Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) dan Achmad Wijaya, S.Kom selaku pembicara di ruang Pertemuan Rumah Sakit Islam Lumajang. Di dalam kegiatan tersebut bertukar pikiran merupakan hal yang wajar. Kegiatan  tersebut tidak lain hanya untuk sharing. Banyak rumah sakit di Indonesia sudah mengeluarkan uang ratusan juta bahkan sampai milyaran untuk membangun SIMRS untuk mengimplementasikan di rumah sakit. Namun sebagian besar gagal dalam memenuhi kebutuhan sistem informasi sesuai standar Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 82 Tahun 2013 dimana suatu sistem teknologi komunikasi yang memproses dan mengintegrasikan seluruh alur proses layanan rumah sakit dalam bentuk administrasi untuk memperoleh informasi secara tepat dan akurat.